Jumat, 20 Juli 2012

Aku Tetaplah Aku

Sebuah coretan, sebuah goresan dari alam pikiran..

Kamis, 12 Juli 2012.

Bismillah..
Bagaimanapun kelanjutan kisah ini, "aku" akan tetap menjadi "aku"
Nantikan di episode selanjutnya.. ^_^

Bagaimanapun juga, Allah begitu menyayangiku..
Allah memberiku kesempatan menyelami banyak hal, begitu dalam..
Memandang dari kacamata yang luas, menyikapi dengan dewasa..
Entah apa yang akan terjadi nanti, aku serahkan pada-Nya..
Tugasku adalah belajar dan tetap istiqomah dalam syariat-Nya..
InsyaAllah ada hikmah yang begitu indah..

Ya, mungkin inilah perjalanan itu, perjalanan yang akan terus menerus memaknai arti belajar.. Entah bagaimanapun, rasanya tak pantas jika tak mensyukuri semua ini. Menyelami dua lautan yang luar biasa, tentu banyak pelajaran yang bisa diambil sebagai bahan penambah tsaqofah, dan tentunya semakin memperkuat siapa diri ini. Meskipun, tak mampu dipungkiri kadang terjadi benturan, karena sama-sama kuat dan tangguh, atau justru karena lemahnya..

Allahu Robbi Ya Rohman Ya Rohim, aku hanya ingin menikmati semua hal ini, yang senantiasa membuatku yakin untuk tetap melangkahkan kaki ini. 'semuanya' bisa kah? Ya Allah, pahamkankan aku atas segala hal yang masih dangkal bagiku, hingga aku berharap akan memandangnya dengan pandangan iman yang sesungguhnya, indah dan damai. Ya Allah, aku yakin pada setiap ketetapan-Mu, maka berkahkanlah atasku dan kami semua, dan hati-hati kami pun lapang atas segalanya nanti.

Ya Allah, tetapkan hatiku, mantapkan aku di atas segala keraguan yang menghimpit pikiranku, tunjukkanlah pada kebenaran yang Engkau ridhoi..

Jumat Barokah, insyaAllah..

Jumat Barokah, insyaAllah!
Tepat satu minggu yang lalu. Tanggal 13 Juli 2012, tentunya tepat hari jumat. Ada yang spesial di hari jumat ini. Ah tidak hanya jumat, setiap hari selalu ada yang spesial, ya mungkin sesuatu yang bisa diambil hikmahnya.
Sekitar pukul 09.00 aku melangkahkan kakiku dari Rumaisha menuju kantor birokrat Undip, yup Rektorat. Ada dua gadis yang baru kukenal lewat sms menungguku disana. Salah satu dari mereka mengirim sms padaku menanyakan aku dimana. 10 menit kemudian aku sudah memarkirkan motorku di tempat parkir rektorat dan kemudian memasuki rektorat. “saya sudah masuk gedung rektorat lt 1”, aku me-reply demikian. Aku duduk di kursi yang seharusnya diduduki oleh ‘para penunggu’. Tidak lebih dari 1 menit ada dua gadis berjilbab rapi menghampiriku, menyalamiku dan sepertinya ragu-ragu ingin menyapaku. Aku hanya tersenyum dan mencoba menebak “hayoo siapa?”. “mba diba ya..”, salah satu dari mereka berucap. “iya.. sini duduk dulu”, jawabku dan mempersilahkan mereka duduk. Aku mengamati mereka, dua mahasiswa baru undip 2012 asal Kudus, berjilbab rapi, yang satu berjilbab warna merah muda yang satunya lagi warna coklat tua. Aku tahu jelas kedatangan mereka kesini. Aku menarik nafas pelan dan berusaha memilih kata yang tepat sebagaimana dua hari sebelumnya. Kemudian sebagai pembukaan aku menanyakan satu hal kepada mereka. “kalo saya kan daftar bidikmisi mba” jawab yang berjilbab merah muda. “kalo saya nggak daftar mba, ini saya sudah bawa berkas-berkas yang harus dilengkapi, sudah lengkap mba” jawab yang berjilbab coklat tua. Dia memberikan berkas-berkas itu padaku dan akupun membukanya. Ada surat keterangan tidak mampu, fotokopi katu keluarga, fotokopi rekening listrik, foto rumah dan lain-lain. “begini dek, kalo yang sudah daftar beasiswa bidikmisi untuk sementara tidak perlu bayar, jadi nanti langsung saja bisa registrasi ulang tanggal 2 – 10 Agustus ya. Kalo yang tidak mendaftar bidikmisi namun mengalami kesulitan dalam membayar uang masuk, ada kebijakan dari Undip yaitu pengangsuran, jadi... bla bla bla” aku menjelaskan secara lengkap tentang pengangsuran biaya SPMP. “gimana dek?” aku meminta tanggapan padanya. “gimana ya mba, jujur ibu saya kesulitan jika harus membayar segini (total biaya yang harus dibayar tanpa pengangsuran-red), mungkin bisa diusahakan untuk membayar tanpa SPMP meskipun sebenernya susah juga”. Aku menatapnya, tidak ada wajah sedih ataupun sebaliknya, dia tidak malu menceritakan kondisi sebenarnya. Sebenarnya aku sudah tahu jelas kondisinya melalu sms sebelum bertemu, lengkap pula dengan kondisi keluarga. Aku diam sejenak lalu aku membawanya ke ruang dalam yang biasanya dilakukan wawancara oleh Tim Advokasi. “dek, berkasnya kan sudah lengkap, tapi dari kami ada form yang perlu diisi” kataku sambil memberikan dua form untuk diisi padanya.
Aku melihat jam di handphone ku. 09.24 terlihat jelas di layar hp-ku. Aku mendesah pelan. Entah sudah berapa kalimat istighfar aku ucapkan amat pelan. Mencoba tidak panik dan aku mengambil berkas-berkas yang menumpuk agar segera di bawa ke Pak PR 2 untuk di-disposisi. “dek, saya tinggal ke PR 2 dulu ya. Form nya diisi dulu, nanti insyaAllah saya kesini lagi”. “iya mba, maaf ya merepotkan” jawab mereka. Aku balas dengan senyum, lalu mengganti jaket dengan jas almamater, lalu melangkahkan kaki dengan cepat menuju ruang PR 2 di lantai 2. Tepat sesuai dugaan, aku harus menunggu dapat giliran menghadap orang paling sibuk untuk momen seperti ini. Kembali menatap jam hp. Jam 10.00. Sudah banyak sms masuk menanyakan aku sedang dimana. Ya Allah. Sambil menunggu giliran aku keluar ruangan PR 2 melihat kondisi di bawah apakah ada yang isa menggantikan aku, sepertinya tidak! Semuanya juga sedang sibuk dengan job masing-masing. Kalimat istighfar kembali kuucap. Hingga akhirnya aku memutuskan meng-sms kawan satu komisi, meminta tolong untuk menggantikan aku, berharap semoga ada waktu luang. Alhamdulillah dia bisa meskipun harus menunggu hampir 15 menit.
Jam 10.30 aku meninggalkan ruang PR 2. Akupun kembali ke lantai 1 mengingat aku sudah janji ketemu dengan dua mahasiswa baru tadi. “Gimana dek? Sudah diisi semua?”. Ia menyerahkan berkasnya lengkap form yang sudah diisi. Berbincang lumayan lama juga, ditambah memotivasinya dan menguatkannya. “Ini yang bisa kami usahakan dek, ya semaksimal mungkin, namun nanti hasilnya Pak PR 2 yang memberi keputusan. Kita sama-sama berdoa saja ya, semoga dimudahkan. Semoga Allah pun melimpahkan rizqinya..”. Hampir 10 menit aku berani memutuskan apa yang harus aku tuliskan di berkas itu untuk membantunya. Bismillah, ucapku dalam hati. Setelah itupun aku menyarankan sebuah kosan Islami (wisma-red) untuk salah satu dari mereka yang sudah pasti masuk Undip karena mendaftar bidikmisi. Aku menghubungi temanku untuk menjemput mereka. Jam 10.45. “saya duluan ya dek, maaf nggak bisa nganter lihat-lihat wisma, ada agenda soalnya. Assalamu’alaikum..” Aku berpamitan pada mereka, menyalaminya dan melemparkan senyum.
Aku melangkah ke parkiran rektorat. Menarik nafas panjang. Ya Allah, semoga Engkau bukakan pintu kemudahan-Mu untuknya, doaku dalam hati.
Jam 10.50 aku sampai pada sebuah wisma. Banyak motor sudah terparkir di depannya. “assalamu’alaikum.....” aku memasuki ruang tamu. Wa’alaikumsalam. Alhamdulillah nyampe juga. Wah sampai-sampai masih pake almamater. Duh Bu Senat nih, hehe. Mau dipijitin yang mana? Ah kayaknya pikirannya yang dipijitin, hehe. Beberapa kawanku mengucapkan demikian sambil senyum. “afwan ya..” aku hanya bisa mengucap kata ‘afwan, kata maaf dalam bahasa arab. “Oke, ayuk berangkat”, kamipun berangkat ke sebuah tempat. Ya rihlah, sebuah sarana untuk refreshing, merefresh serta mencharge ruhiyah dan semangat, di sela-sela kehidupan dunia yang begitu melelahkan.
Ngrembel Asri. Sebuah tempat di kawasan Gunung Pati. Baru kali ini aku datang ke tempat itu. Tempat pemancingan, tempat rekreasi, tempat bermain, tempat outbond, kebun binatang, dan tentunya tempat untuk berfoto ria, hehe. Aku membiarkan diriku beserta pikiranku bebas, biarkan saja diri ini bersantai dan bertafakur terhadap alam ciptaan-Nya beserta segala isinya yang begitu indah. Tenang dan damai. Terdengar riak-riak air di sebuah kolam ikan yang cukup luas. Terlihat ular cantik berwarna kuning yang dikurung agar tidak membahayakan pengunjung. Dan masih banyak binatang-binatang lain yang sengaja menjadi obyek wisata di Ngrembel Asri. Oh ya, di Ngrembel Asri bertemakan ikan, tentunya, karena makanan atau menu utama di Ngrembel Asri adalah ikan, aku beserta ‘rombongan’ pun menikmati gurame bakar yang sungguh menggoda lidah. Alhamdulillah, yummi :)

Seluruh rangkaian ‘refreshing’ ini sesungguhnya adalah dalam rangka melingkar (namun tidak simetris :D). Masing-masing dari kami membacakan sebuah surah dalam Al-Qur’an secara bergantian dengan metode tasmi’ (yang satu membaca tanpa melihat yang lain menyimak) begitu seterusnya. Alhamdulillah serangkaian ‘refreshing’ dilalui dengan baik. Supply energi ruhiyah beserta khotirot-khotirot yang menjernihkan hati. Syukurku pada Allah atas segala nikmat-nikmat yang begitu luar biasa.

ya Allah.. jernihkan hati ini, kuatkan pijakan ini..
aku tahu janji-Mu pasti :)

Minggu, 01 Juli 2012

here we are

begaya deh si dika, ana sama fiki..

hmmmmm

ini nih si amik yang udah gede, banyak yang ngefans katanya -__-

ini pas silaturrahim ke rumah budhe..


Sabtu, 30 Juni 2012

Alhamdulillah Lengkap

29 Juni 2012
sekitar pukul 16.30
Berpetualang kembali dengan revi-ku yang setia menemani. Yap, berpetualang menyusuri jalur pantura menuju kota kelahiran. Namun tidak semulus jalan seperti biasanya, daerah Ngaliyan, macetnya masyaAllah, ternyata jalur dari arah lawan sedang diperbaiki sehingga jalur kiri penuh dengan dua arah kendaraan yang lewat. MasyaAllah kesabaran benar-benar diuji. Hampir 45 menit terperangkap dalam macetnya Ngaliyan. Berefeklah masuk kabupaten Kendal pas maghrib. Sempet terucap di dalam hati, "ya Allah, udah maghrib baru nyampe Kendal, baru kabupatennya lagi, nyampe rumah jam berapa ini?", sempet ketar-ketir karena hampir seluruh perjalanan ini akan ditemani dengan gelapnya malam dan hiruk pikuknya kendaraan bermacam-macam, dari motor sampe truk gandeng, belum lagi jalan yang belak-belok dan naik turun. "Hey!! bukannya kamu udah biasa temenan sama truk gandeng? bukannya tiap kali pulang-pergi bareng?" hatiku berbisik demikian. Tapi ini kasusnya beda, biasanya pagi atau sore, atau gak malem tapi udah nyampe Batang kota yang cukup 20 menit udah nyampe rumah, lah ini baru nyampe Kabupaten Kendal. "Tenang tenang, ya Allah lindungilah perjalanan hamba", hatiku berbisik lain menenangkan.

Alhamdulillah, perjalanan lancar, nyampai rumah sekitar pukul 19.30. Tiga jam! yah nggak papalah sekali-kali begini ^^. Alhamdulillah udah nyampe rumah dengan selamat.

Di rumah.. my sweety home.. alhamdulillah lengkap, nggak biasanya lengkap, kurang satu my brother, momen seperti ini semenjak dua tahun yang lalu begitu jarang ditemui, biasanya ada saat momen akhir Ramadhan dan Idul Fitri. Alhamdulillah ya Allah. My father, my mother, my brothers and my sisters.

30 Juni 2012
Bermain, bercanda, tertawa bersama dengan adik-adik.
Melihat senyum polos bahagia tiga adikku yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar saat bercerita UAS mereka mendapat rangking lima besar.
Bercerita, mendengar nasihat dari orang tua.
Bercerita dan mendegar cerita dua adikku yang sudah remaja.
Ternyata semua sudah berubah, waktu memang sudah berjalan begitu cepat. Perubahan adalah sebuah keniscayaan, namun perubahaan yang lebih baik adalah pilihan. Dan aku melihat cahaya terang itu.

Ya Allah Ya Robbana, Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang, lindungilah kami, berkahilah kami, sehatkanlah kami, lancarkanlah rizqi orang tua kami, lancarkanlah urusan kami, perkuatlah ikatan kami, jadikanlah kami orang-orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Mu. aamiin..


@ FARRA's home
sebuah rumah sederhana


Jumat, 22 Juni 2012

Pernahkah Anda Menangis???

Pernahkah anda menangis?

Jika menangis, apakah puncak dan sebabnya?

Menangis adalah fitrah manusia tetapi sebab tangisan akan memberikan harga dan nilai tersendiri. Allah yang menciptakan ketawa dan tangis. Banyak air mata mengalir di dunia ini.

Sumbernya dari mata, mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia tidak pernah kering. Ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus. Seperti sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti. Kalaulah air mata itu terkepung, seperti air hujan, banjirlah dunia ini.

Menurut Ibnul Qayyim ada beberapa jenis tangisan antaranya ialah:

1. Menangis kerana kasih sayang dan kelembutan hati.
2. Menangis kerana rasa takut.
3. Menangis kerana cinta.
4. Menangis kerana gembira.
5. Menangis kerana menghadapi penderitaan.
6. Menangis kerana terlalu sedih.
7. Menangis kerana terasa hina dan lemah.
8. Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
9. Menangis kerana mengikut-ikut orang menangis.
10. Menangis orang munafik yakni pura-pura menangis.

Ada jenis tangisan nampak biasa sahaja tetapi air mata yang mengalir itu dapat memadamkan api neraka. Ini disahkan oleh Nabi SAW dalam satu hadis.

Rasulullah bersabda, maksudnya:

“Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan dikotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan dirahmati. Tidaklah ada sesuatu pun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka.”

Tangisan yang dimaksudkan ialah tangisan kerana takut kepada Allah. Menangis kerana menyesal atas kesalahan dan dosa, malah tangisan takut kepada azab Allah sangat bernilai di sisi-Nya sehingga air mata itu boleh memadamkan api neraka.

Salman al-Farisi r.a berkata, sahabat-sahabatku menangis atas tiga perkara, yaitu: Berpisah dengan Rasulullah dan kalangan sahabat. Ketakutan seorang yang perkasa ketika melihat malaikat Izrail datang mencabut nyawanya. Aku tidak tahu sama ada aku akan diperintahkan untuk ke syurga atau neraka.

Ada juga jenis air mata yang tidak bernilai di sisi Allah, malah kadangkala mendapat kemurkaan Allah. Antaranya menangis tengok filem Hindi serta menangis sehingga meratap dan memukul badan, malah merobek pakaian apabila ada kematian.

Tanda air mata rahmat sebagaimana diterangkan Rasulullah SAW:
Jagalah mayat ketika kematiannya dan perhatikanlah tiga perkara, yaitu.
1. Apabila dahinya berpeluh.
2. Air matanya berlinang.
3. Hidungnya keluar cecair.

Simpanlah air mata tangisan itu semua sebagai bekalan untuk menginsafi segala kecuaian yang melanda diri, segala dosa berbentuk bintik hitam yang menggelapkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah SWT. Justru, serulah air mata itu daripada persembunyiannya di sebalik kelopak mata, agar ia menitik, membasahi dan mencuci hati, sehingga ia putih kembali dan semoga ia dapat meleburkan dosa dan mendapat keampunan-Nya. aamiin.