Rabu, 12 Oktober 2011

bercerita pada huruf

hingga detik ini, sang jiwa masih saja merasakan letihnya ketangguhan.. berdiri dalam topangan kakinya sendiri, memang hebat, dahsyat, seakan ia mampu kuat dalam ketegarannya.. menatap penuh keyakinan, seakan semuanya pasti baik-baik saja.. berjalan dalam setiap langkah yang mantap, seakan semua jalan yang rusak pasti mampu ia lewati dengan mudah.. ya, keyakinannya seperti itu, keyakinannya semakin kuat karena ia memiliki Tuhan, yang tak pernah tidur, Allah 'Azza wa Jalla.. hingga sebesar apapun letih yang terasa cukup sebagai tantangan kecil yang tak kan pernah menyurutkan langkah kaki kemana ia akan berjalan..
dan peristiwa, peristiwa telah mengajarkan ilmu kehidupan dan tentang cinta-Nya yang begitu menyejukkan. peristiwa, terbungkus cantik bersama amal, entah mengapa ia masih setia bersama amalnya, meski tak semulus jalannya untuk mencapai kesempurnaan amal, karena hatipun ikut campur tangan.. perih sekali ketika hati masih dipenuhi dengan debu-debu kedengkian, menagih kemana harus "bercerita". masyaAllah, Allah sedang menguji kedalaman hati makhluq-Nya, menguji seluas apa keikhlasan hatinya.. dan ia pun telah merasakan sebongkah kayu peristiwanya..
dan saat sepi itu mendekat, seakan ingin mengakhiri semuanya, berlalu dan pergi.. entah, sang jiwa ingin kelembutan menghampirinya, mengusap letih dalam hati, menemani dalam sepi. hanya cukup disini, mendekat dan merangkai simpul senyum. cukup. namun, untuk kesekian kali, sang jiwa harus mampu bertahan dengan dirinya, hanya dengan dirinya..
entah, energi apa yang telah membuatnya tetap bertahan, melewati segala perdebatan hati yang melelahkan. Allah, ya Dia lah yang telah melembutkan hatinya.. kini, sang jiwa menyelami lautan pembelajaran, belajar memahami setiap episode perjalanan panjangnya, tetap bertahan dalam rangkaian pembelajaran yang kadang tak bisa diterima oleh logika akal manusia.. ya inilah logika Allah, yang hanya Dia yang mampu mengurai tiap butir kebaikan dalam tiap jengkal kisah untuk hamba-Nya.
inilah tarbiyah dari Sang Pencipta..


dan kini, aku masih tetap setia untuk "bercerita" pada huruf..

Sabtu, 08 Oktober 2011

antara dulu dan sekarang

"..menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa itu pilihan.."


jika dulu menjadi orang yang bikin masalah, maka sekarang harus menjadi orang yang solutif terhadap masalah..
jika dulu menjadi orang yang suka menyampaikan keluhan, maka sekarang menjadi orang yang mendengar keluhan..
jika dulu menjadi orang yang suka minta diperhatikan, maka sekarang menjadi orang yang penuh perhatian..
jika dulu menjadi orang yang suka mempersempit waktu (enggan meluangkan waktu), maka sekarang menjadi orang yang pandai meluangkan waktu..
jika dulu menjadi orang yang suka curhat, maka sekarang menjadi tempat curhat..
jika dulu menjadi orang yang lemah, maka sekarang menjadi orang yang harus selalu kuat dan full semangat.

Selasa, 04 Oktober 2011

Undip Science Fair.. "Dare to be Scientist!"

Acara luar biasa dan dahsyat yang diadakan oleh BEM FMIPA Undip 2011 dari bulan Oktober - November.. saksikan, ikuti dan ramaikan !!





info selengkapnya kunjungi http://www.undipsciencefair.web.id/

Jumat, 30 September 2011

laa yukallifullahu nafsan illa wus'ahaa.. percaya deh ^^

"uhh.. aku lagi..aku lagi.. emang gak ada orang lain apa?? aku nggak kuat, masih banyak amanah ni.."

-----

"mmmm.. harus aku ya? aku kurang berpengalaman, yang lain aja deh.. dia lebih cocok daripada aku kayaknya"

-----

"hwaaaahhh.. selalu kayak gini.. udah deh, panitia dibubarin aja!!"

-----

"capek tau kalo gini terus.. kerja sendiri.. yang lain gak pada peka!!"

-----


OH NO!!

hayoo ada yang pernah mengeluarkan kata-kata di atas? wah ati-ati deh. virus-virus ganas sedang mendekatimu.
(saya juga pernah dink ngomong salah satu kalimat di atas, tapi abis itu nyesel sih.. hehe)

kawan.. memang, kadang kita menjumpai kondisi yang tidak sesuai dengan expectasi kita. kita pengennya begini, eh ternyata yang terjadi adalah begitu. atau, kita yang merasa lemah (tidak mampu) eh ternyata justru diberi Allah suatu amanah yang berat (menurut kita). tapi tahukah kawan? sesungguhnya setiap apapun yang terjadi pada kita, semuanya, sudah diperhitungkan oleh Allah. masak sih? ya iya donk.. yup, Allah tahu kadar kemampuan yang kita miliki. misalnya nih, ada suatu amanah dateng pada kita, eh kita-nya ngerasa nggak mampu, (dan yang urgent ni amanah umat bos!) haduh garuk-garuk kepala, jangan donk! jangan saya! yang lain yang lebih berkapasitas! gleekkk! -contoh kasus aja nih- hemmm tahu kah kawan, itu minder namanya. padahal kita sudah dipercaya mengemban amanah itu, karena bisa jadi penilaian orang lain lebih baik dari pada penilaian kita sendiri terhadap diri kita.
contoh lain deh, dalam sebuah agenda suatu organisasi (buat kawan2 yang organisatoris boleh deh), tugas yang diemban terlalu banyak, aduh yang lain kemana sih? capek tauu ngerjain sendiri, aku kan juga pengen istirahat.. wah kalo ngeluh gini terus malah tambah capek bos.. dibuat ringan aja, slow aja lah.. anggap aja tugas itu sarana untuk mendewasakan kita.. kalo gak ada tugas "berat" kan nggak seru.. hehe :D
contoh lain lagi, dalam kehidupan sehari-hari aja, misal lagi ada masalah.. ya Allah, kenapa aku harus dihadapkan dengan masalah seperti ini terus? aku nggak kuat ya Allah, aku nggak tau harus bersikap seperti apa, semuanya tersa berat dan menyakitkan.. oh oh, tenang kawan, Allah pasti mendengar doa mu, ayo jangan terlalu larut dalam kesedihan, kamu harus bangkit dari keterpurukan. Allah ingin lihat kamu tegar, jika kamu menghadapi masalah yang sama terus menerus berarti kamu belum lulus dalam ujian yang serupa. percayalah kamu bisa menghadapi segala tantangan (ubah persepsi masalah menjadi suatu tantangan) !!
dan Allah Maha Mengetahui segalanya. Allah tahu kemampuan kita sejauh mana, dan amanah yang diberkan kepada kita tidak akan mungkin melebihi batas kemampuan kita, kalo bahasa arabnya (ada di Al-Quran juga nih), laa yukallifullahu nafsan illaa wus'ahaa, percaya deh.. asal kita mau berusaha dan ikhlas menghadapi semuanya akan terasa indah dan ringan.. ^^

Kamis, 18 Agustus 2011

Ketika Akhwat Jatuh Cinta

Akhwat Jatuh Cinta??

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...


Bukankah cinta adalah fitrah manusia???


Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???


Mereka juga punya hati dan rasa...



Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya???
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...


Namun sebaliknya...


Ketika Akhwat Jatuh Cinta...



Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap...
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...


Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya…



Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu…

Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai…

Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah…
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…


Ketika Akhwat Jatuh Cinta…


Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…


Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…


Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…


Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…



Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya…
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...



Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta…
Karena yang ada adalah penderitaan…



Tapi ukhti…

Bersabarlah…
Jadikan ini ujian dari Rabbmu…



Matikan rasa itu secepatnya…

Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…

Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...



Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…



By: Ummu Sa'ad 'Aztriana'