Jumat, 13 November 2015

Mendung

Langit mendung siang ini
Ada yang ingin disampaikannya
Tentang rasa yang telah ia simpan
Bukti setia pada Rabb-Nya

Mungkin air hujan akan menjadi saksi nanti
Betapa sebenarnya perasaannya kini
Tapi bagaimana jika ia tak jadi turun?
Oh.. Mungkinkah ada yang ia tahan

Cukup Allah yang Maha Tahu



Menjelang Sore
13 Nov 2015
Sudut ABSP

Kamis, 22 Oktober 2015

Sudah Lama

Duh sudah lama tak mengunjungi rumah ini..

Sebenarnya kangeeenn.. tapi... serasa tak ada waktu untuk mengunjunginya..

Sibuk sih..

Sok sibuk kali yah.. hihi..

Terakhir posting 11 Maret 2015..

Berarti sudah 7 bulan lebih..

 Padahal banyak hal yang ingin dibagi di sini..

Tentang banyak hal, tentang hikmah hidup yang Allah beri..

================================================================


Diba.. Farroh.. atau apapun itu. Dia masih tetap yang dulu. Hanya saja Allah telah menempatkannya di medan yang berbeda. Allah sedang mengujinya. Ujian keimanan dan keistiqomahan. Mohon doanya, semoga istiqomah :)



 11:53
Sudut ruang ABSP

Rabu, 11 Maret 2015

My Special Days








Aku yakin betul, bahwa Allah selalu memberi cerita di waktu yang tepat..
Allah telah mengganti segala peluh dengan nikmat yang luar biasa. Tidak sebanding. Ya tentu. Karena nikmat-Nya selalu jauh lebih melimpah dari peluh yang terasa.. 
Ahh.. Allah memang Maha Baik :)


Semoga Allah selalu mampukanku mengambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang hadir..

Senin, 05 Januari 2015

Pilihan

"Jika ada dua pilihan yang sama-sama baik, maka pilihlah yang bertolak belakang dengan nafsu"

Kembali dihadapkan. Mungkin kali ini jauh lebih menguras hati. Pilihan-pilihan itu bukan sekadar pilihan biasa, hidupmu amat bergantung padanya. Amalmu, kontribusimu, jalan hidupmu. Ah bukankah semua harus teap berjalan sebagaimana mestinya? Hanya masalah di bumi mana kau berpijak.

Lalu apa keputusanmu?


Kampus FSM
Detik-detik terakhir di kampus tercinta

Jumat, 15 Agustus 2014

Selamat Memaknai Hidup!






Bagaimana ini??? Entah bagaimana ia bisa menyembunyikan segala resah di hatinya. Senyumnya mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja. Tenang saja! Dia ini gila atau apa?? Ahh, nasibnya sedang di ujun tanduk. Tapi? Dia masih saja bersikap seakan tak ada kekhawatiran apapun. Biarkan saja! Biarlah, sepertinya ia hanya butuh suasana yg tenang saja. Ya Allaah...
Hari sudah mendekat. Keresahan itu semakin menguat. Senyum seakan terasa hambar. Mulai gelisah. Dan hati terasa begitu kasar. Apa yang terjadi? Sudah! Kau tak perlu bertanya. Jika kau mengerti kau pasti akan memahamiku. Lihat! Air matanya telah tumpah. Begitu deras. Terdengar sesenggukan sehingga suaranya terbata-bata. Suara? Apa yang ia katakan? Ia sedang mengatakan apa yang ia rasakan. Tapi.. ada yang ia sembunyikan. Bukan karena ia tak mau, namun kali ini karena tak ingin membebani. Biar kini ia yang merasa, bahkan menanggungnya.
Air mata belum mengering, masih mengalir deras, bahkan semakin deras. Ia hanya ingin merasakannya sendiri. Baginya ini adalah kesalahannya. Jadi, biarkan saja ia yang menanggungnya sendiri. Salah siapa??? Jika ia menyadarinya lebih awal maka tidak akan terjadi kejadian seperti ini. Sudahlah. Penyesalan selalu datang terlambat. Seharusnya ia sadar, ia telah mengecewakan. Sungguh mengecewakan!

Namun.. tersenyumlah hari ini. Setidaknya untuk orang-orang yang telah memberikan secuil bahagia dan menguatkan harapanmu. Hari ini...

============================================================

Penyesalan
Selalu datang terlambat
Kau pasti tahu bagaimana rasanya
Perih
Menyedihkan
Tapi kau perlu tahu
Jika ia tak datang terlambat, bagaimana kita akan belajar?
Kadang kita harus menghargai penyesalan
Agar kita semakin menghargai hidup
Agar kita semakin menghargai orang-orang yang mencintai kita
Agar kita semakin menghargai diri kita

Maka di usia mu yang sudah cukup dewasa ini. Dua puluh tiga tahun. Bermuhasabahlah. Mohon ampun atas segala dosa dan kelalaian yang telah kau buat. Astaghfirullahal’adziim...
Ya Allah Ya Ghofaar.. ampuni hamba-Mu yang kerap lalai ini. Hamba penuh dengan dosa. Ya Allah Ya Rohman Ya Rohiim.. sungguh aku mengharap kasih dan sayang-Mu. Tanpa kasih sayang-Mu aku tak kan mampu menghadapi semua ini dengan tegar, dengan senyum penuh keyakinan. Ya Allah.. tiada kata terhenti kuucap dan kuharap pada-Mu. Semuanya terangkum indah dalam doa.

Selamat memaknai hidup!



Jalan Urip Sumoharjo V/188 Medono Pekalongan
14 Agustus 2014
21.00
Dengan penuh syukur..