Tiga puluh lima hari, ternyata bukan waktu yang panjang.. Tiga puluh lima hari, sepotong episode kehidupan yang menguak banyak makna tentang arti kehidupan, tentang hidup bermasyarakat, tentang kesederhanaan, tentang senyuman, tentang kepedulian, tentang kedewasaan, dan tentunya tentang sejauh mana kau mampu bertahan..
Dan tiga puluh lima hari di tempat itu, di sebuah desa yang begitu menyejukkan baik secara jasadiyah maupun ruhaniyah. Ya, desa itu begitu ramah, cuaca yang tak butuh waktu lama bagi kami untuk melebur dengannya, dan ramah dengan sapaan-sapaan lembut yang mengalir dari bibir sosok-sosok sederhana itu. Suasana desa yang begitu dirindukan..
-9 April 2012-
Malam ini aku berniat untuk menuliskan ini, kisah yang tentunya akan menjadi pembelajaran hidup. Sebenarnya sudah sangat lama ingin menuliskan ini, namun tak kunjung terealisasikan dan akhirnya bisa juga malam ini. Bukan karena nggak sempat, melainkan memang sepertinya tidak cukup untuk menuliskan seluruh kisah indah itu. Yeah, tapi aku pikir kisah itu perlu terdokumentasikan dengan baik entah apapun bentuknya, dan aku ingin tulisan ini menjadi bagian kecil yang akan mengingatkanku kembali pada sepotong episode kehidupan itu..
sepotong episode kehidupan itu,
ya, ialah Kuliah Kerja Nyata (KKN)
di suatu desa nan sejuk, Desa Malebo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung.
yuk flashback dulu :D
10 Desember 2011
Pada tanggal inilah Universitas Diponegoro mengadakan pembekalan KKN untuk pertama kalinya. Beberapa hari yang lalu aku melihat pengumuman di website LPPM Undip yang berisi kelompok-kelompok KKN yang berada di berbagai kecamatan di beberapa kabupaten. Pada tahun ini Undip mengambil lokasi KKN di 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Semarang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Jepara. Berdasarkan pengumuman tersebut aku berada di Kabupaten Temanggung tepatnya Kecamatan Kandangan. Ada 144 mahasiswa dari berbagai fakultas di Undip yang ditempatkan di Kandangan.
Oke, balik lagi ke pembekalan KKN. Tepatnya hari Sabtu, aku memasuki ke suatu ruangan yang terletak di lantai tiga ruang kuliah fakultas Teknik, ruang kuliah yang kelihatannya cukup panjang, ber-AC, namun menurutku kurang representatif untuk dipakai sebagai tempat pembekalan KKN, terlalu penuh dan 1 meja dipakai buat 3 orang, bagiku kurang nyaman. But no problem lah, aku tak peduli dengan kondisi ruangan pembekalan, bagiku yang terpenting waktu itu adalah aku akan mendapatkan banyak informasi tentang KKN dan khususnya kecamatan dan desa yang akan kutinggali selama 35 hari mendatang bersama temen2 sekelompok yang belum disusun waktu itu.
Pembekalan KKN Kecamatan Kandangan dibuka oleh seorang dosen muda fakultas ekkonomi, bernama Pak Rizal. Jujur saja aku pikir beliau mahasiswa KKN juga, eh ternyata dosen :D. Oke lanjut, Pak Rizal bersama Pak Budi (dosen fakultas MIPA) menyampaikan arahan dan agenda selama pembekalan KKN. Mereka inilah yang kemudian disebut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Tak ketinggalan, Pak Camat Kecamatan Kandangan, Pak Tri Raharjo, pun hadir untuk menyampaikan kondisi lapangan Kecamatan Kandangan, terkait informasi demografi, potensi kecamatan, permasalahan dan hambatan, serta bercerita tentang KKN sebelumnya yang juga bertempat disana.
Agenda terakhir pembekalan part 1 adalah pembagian desa beserta pemilihan koordinator desa (kordes) dan terakhir adalah pembentukan koordinator kecamatan (korcam). Lalu segera Pak DPL membagi kami 144 mahasiswa ke 16 desa yang ada di Kandangan. Proses pembagian desa yang cukup singkat, aku ditempatkan di desa Malebo bersama 8 mahasiswa dari berbagai fakultas yang belum aku kenal. Bertemu dengan orang yang belum dikenal dalam suatu kelompok? yah basa basi lah, senyum, berkenalan, ngajak bicara. Yah, saat itulah saat pertama kali aku mengenal mereka yang akan hidup bersama denganku 35 hari mendatang. Aku masih ingat, seusai dikelompokkan desa aku duduk satu bangku dengan April dan Aryani, bagku depan ada Huda, Tiwi dan Nana, bangku belakang ada Huri, Mas Dhoni dan Widodo. April dan Mas Dhoni dari FPIK, Aryani dari Ekonomi, Tiwi dari Hukum, Nana dari FKM, Huda Huri dan Widodo dari Teknik. Yah, aku ingat betul, waktu itu memang aku sedang menjadi seorang pengamat, mencoba ma'rifat pada teman-teman yang notabene belum aku kenal sama sekali. Menyenangkan memang, bertemu dengan orang-orang baru, dan bagiku ini adalah kejutan dari Yang Maha Kuasa. Sesuai dengan arahan Pak DPL, kamipun memilih satu kordes, dan akhirnya terpilihlah Widodo sebagai kordes Malebo. Kemudian untuk tingkat Kecamatan terpilihlah Mas Setya sebagai korcam Kandangan.
Sekitar pukul 13.00 opembekalan KKN pertama selesai...
Pembekalan kedua, pembekalan ketiga pun berlangsung, rapat-rapat KKN pun mulai dilakukan (eh rapat euy :D), dan juga survey tempat KKN.
pertemuan-pertemuan inilah yang menjadi sarana untuk mengenal mereka lebih dekat.. (seruuu :D)
(singkat cerita) akhirnya sampailah pada hari Selasa 17 Januari 2012. Yup, waktunya upacara pelepasan KKN Undip. Aku ingat, upacara selesai ja 09.00 lebih dan jam 10.00 aku ada ujian matdis! oh o! tapi mah aku gak boleh panik, santai, cool, tenang :D. Jujur hari itu full agenda. Paginya aku meninggalkan suatu agenda karena upacara, jam 10.00 ujian matdis, jam 13.00 pelantikan senator Undip dan dilanjutkan sidang, eh sidang belum selesai jam 16.00 langsung ijin buat agenda tarbawi, sebenernya ada rapat KKN juga yaudah deh sempetin mampir ke rapat KKN dulu, sekitar 15-20 menit langsung cabut ke agenda tarbawi, dan akhirnya sampai juga di tempat, saatnya me-refresh semua pikiran, kembali dengan lantunan ayat-ayat cinta-Nya, mengucap dzikir dan men-charge ruhiyah setelah seharian full activity. alhamdulillah.. :)
ini foto abis upacara..
18 Januari 2012
saatnya mempersiapkan segalanya untuk menuju ke desa itu, desa Malebo.. Meski paginya masih ujian, siang sampai maghrib sidang senat dilanjutkan pemilihan ketua senat, lalu di tengah-tengah (sore) kepotong buat rapat KKN kecamatan, sebenernya cuma ngobrol bentar sih sekitar 15 menit, ngomongin expo kecamatan, terue langsung meluncur ke rapat KKN desa sekitar 30 menit, dan akhirnya balik lagi ke sidang pemilihan ketua senat Undip. Dan saat isho Maghrib, aku memutuskan untuk ijin meninggalkan sidang tersebut karena sepertinya tubuh ini sudah lelah, butuh istirahat dan mempersiapkan diri untuk esok hari..
19 Januari 2012
Kampus Undip dan sekitarnya rame nih, banyak yang make jaket biru putih :D. Mahasiswa KKN berbagai kecamatan sudah berada di tempat-tempat yang dijadiin tempat ngumpul pemberangkatan. Dan kecamatanku kumpul di depan WP. RAme, anak-anak pada sibuk ngangkut barang-barang, dan aku sama aryani bolak balik ngangkut barang dari kosan, digilir deh punyaku sama punya aryani. Diangkut ke truk yang sudah disewa buat ngangkut barang-barang berat sekecamatan.
Handphone ku bergetar, ada sms masuk, ternyata dari in**i matematika 2011, adek lingkaranku. isinya kira-kira begini;
i: "tadi aku liat mba lho di depan WP, mau berangkat KKN ya mba, semangat ya mba :)"
a: 'iya dek, eh tadi in**i lewat WP, kenapa in**i gak nyapa, sini aja :)"
i: "ah malu mba, hehe. yaudah mba, ati-ati ya, semangat buat KKN nya :)"
a: "iya dek, jazakillah ya :)"
sms simple, namun ternyata memberi ruang semangat tersendiri :)
30 menit kemudian rombongan KKN Kandangan pun memulai berjalan beriringan, kebanyakan naik motor, namun ada juga yang naik mobil dianter keluarganya.. aku, alhamdulillah naik motor bersama aryani :)
Sekitar jam 11.00 sampai di kantor Kecamatan Kandangan, kemudian upacara penerimaan oleh Pak Camat, dan sekitar jam 12.00 upacara selesai dan rombongan KKN Malebo beserta Pak Kades Malebo berangkat menuju kediaman Pak Kades yang akan kami tinggali selama KKN.
Sampai di rumah Pak Kades, disambut dengan senyum, lembut, hangat..
dan perjalanan KKN inipun segera dimulai :)
---to be continued---
Selasa, 10 April 2012
Kamis, 29 Maret 2012
tentang ayat-ayat cinta-Nya
bismillahirrohmanirrohim...
”Barang siapa yang disibukkan al-Quran dalam rangka berdzikir dan memohon kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Ku berikan pada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan Kalam Allah dari seluruh Kalam selain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (HR Tirmidzi)
Begitulah sabda Rasulullah SAW, seorang teladan paling baik sepanjang zaman. Hadits tersebut memberikan kesimpulan bahwasanya bersibuk-sibuk ria dengan Al-Qur’an adalah salah satu kesibukan teragung menurut Allah dan Rasul-Nya. Pertanyaannya, hayooo sudahkah kita bersibuk-sibuk ria dengan Al-Qur'an? ataukah justru kita tidak pernah sama sekali bersibuk diri dengan Al-Qur'an? silakan bisa dijawab sendiri di hati kawan-kawan dan cobalah untuk direnungkan.
Saya pernah posting tentang bagaimana menjadi khusyu' saat membaca Al-Qur'an (al-Khusyu' 'inda tilawatil Qur'an), dan untuk kali ini saya ingin menulis tentang bagaimana berinteraksi dengan Al-Qur'an. Sejauh ini bagaimana hubungan kita dengan Al-Qur'an? dan harusnya bagaimanakah? Mungkin sebagian kita sudah tahu banyak mengenai hal itu, namun “tahu” dan “menghayati, meresapi, dan merenungi” jelas berbeda. Analogi sederhananya adalah tentu berbeda rasanya antara ketika kita bergaul dengan teman dekat dengan teman yang sekadar kenal saja. Teman dekat telah cukup mengerti kita, pun kita sudah tahu plus minusnya dia. Salah satu faktor utama penyebab munculnya rasa itu ialah intensitas dan kualitas pergaulan kita. Oleh karena itu, penting untuk kita me-refresh dan berusaha menggali lebih dalam setiap keutamaan di balik hubungan kita dengan Al-Qur’an. Semoga dengan ini kita tak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai “teman”, tapi lebih dari itu, yaitu “sahabat” atau bahkan “saudara”.
Ijinkan saya bercerita tentang pengalaman pribadi.
Saya lahir dari keluarga yang sangat peduli dengan agama. Ibu saya pernah bercerita, saya belajar membaca Al-Qur'an -dulu saya mulai dari belajar Qiroati- sejak umur 2 tahun (lagi unyu-unyunya ^^) di sebuah TPQ yang merupakan bagian dari yayasan Al-Muttaqin. Yah namanya juga anak kecil, baca huruf "ro" jadinya "lo". Namun "perjalanan" di TPQ tersebut tidak hingga akhir. Waktu itu umur saya hampir 4 tahun dan ibu saya sedang hamil adik saya yang pertama, jadi tidak ada yang bisa nganter saya ngaji di TPQ yang jaraknya sekitar 800 m dari rumah, secara bapak saya juga saat itu masih kerja di luar. Akhirnya bapak ibu membuka ngaji di rumah agar saya bisa ngaji di rumah saja, yang ngajar bapak dan ibu saya, alhamdulillah inisiatif orang tua saya bisa membangkitkan anak-anak di sekitar rumah untuk belajar ngaji.
Di lain tempat saya dimasukkan ke TK persiapan MI yang tempatnya satu kompleks dengan tempat ngajar ibu. Alhamdulillah saya bisa mengikuti alur pembelajaran meskipun saat itu umur saya belum sampai 4 tahun. 1 tahun berlalu, sampailah pada acara perpisahan TK, ada hal yang saya lupa, ternyata saat perpisahan TK saya diminta untuk tampil membaca Al-Qur'an, waah luar biasa karena di antara anak-anak yang lain baru saya yang bisa membaca Al-Qur'an. Ibu saya kembali bercerita dengan semangatnya.
kagum. ya, saya begitu kagum dengan orang tua saya. Mereka begitu peduli dengan pendidikan agama untuk anak mereka. Terutama tentang bagaimana mengenal Al-Qur'an. Sejak masa kecil, mengenalkan Al-Qur'an memang paling baik adalah sejak anak masih dini, mengajarkan pula bagaimana membacanya dengan baik dan benar sesuai makhroj dan tajwidnya. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan emas yang tak ternilai harganya.
dan bapak saya pernah berkata (dengan sedikit ubahan ^^):
Banyak orang yang bisa membaca Al-Qur'an namun tidak banyak orang yang mampu menghayati dan mentadabburi makna dari tiap ayat yang dibacanya. Mulailah pada saat sholat. Saat membaca Al-Fatihah resapi artinya, maka akan terasa ketenangan, kekhusyu'an dalam sholat insyaAllah. Lalu pada saat baca Al-Qur'an, bacalah dengan pelan, jangan tergesa-gesa, baca dengan jelas sesuai makhrojnya, dan sempatkan baca terjemahan. makanya yuk perlu dibiasakan baca al-quran diiringi dg memahami maknanya hingga bener2 terasa di dlm hati.
yuk, sekarang kawan! hanya butuh sekarang! kembalilah pada Al-Qur'an. Jadikan ia teman bahkan saudara kita yang senantiasa menemani aktivitas kita.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidakkah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka; kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya.” (HR Muslim)
Betapa bahagianya jika ketenangan selalu meliputi hidup kita. Kemudian, memasuki negeri akhirat pun kita disambut oleh para malaikat yang ternyata mengenal kita karena sering disebut oleh Allah SWT. Subhanallah. Jadikan kami termasuk golongan itu, Ya Allah. Aamiin yaa Robbal 'Aalamiin.
@ Al-Kautsar
”Barang siapa yang disibukkan al-Quran dalam rangka berdzikir dan memohon kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Ku berikan pada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan Kalam Allah dari seluruh Kalam selain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (HR Tirmidzi)
Begitulah sabda Rasulullah SAW, seorang teladan paling baik sepanjang zaman. Hadits tersebut memberikan kesimpulan bahwasanya bersibuk-sibuk ria dengan Al-Qur’an adalah salah satu kesibukan teragung menurut Allah dan Rasul-Nya. Pertanyaannya, hayooo sudahkah kita bersibuk-sibuk ria dengan Al-Qur'an? ataukah justru kita tidak pernah sama sekali bersibuk diri dengan Al-Qur'an? silakan bisa dijawab sendiri di hati kawan-kawan dan cobalah untuk direnungkan.
Saya pernah posting tentang bagaimana menjadi khusyu' saat membaca Al-Qur'an (al-Khusyu' 'inda tilawatil Qur'an), dan untuk kali ini saya ingin menulis tentang bagaimana berinteraksi dengan Al-Qur'an. Sejauh ini bagaimana hubungan kita dengan Al-Qur'an? dan harusnya bagaimanakah? Mungkin sebagian kita sudah tahu banyak mengenai hal itu, namun “tahu” dan “menghayati, meresapi, dan merenungi” jelas berbeda. Analogi sederhananya adalah tentu berbeda rasanya antara ketika kita bergaul dengan teman dekat dengan teman yang sekadar kenal saja. Teman dekat telah cukup mengerti kita, pun kita sudah tahu plus minusnya dia. Salah satu faktor utama penyebab munculnya rasa itu ialah intensitas dan kualitas pergaulan kita. Oleh karena itu, penting untuk kita me-refresh dan berusaha menggali lebih dalam setiap keutamaan di balik hubungan kita dengan Al-Qur’an. Semoga dengan ini kita tak hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai “teman”, tapi lebih dari itu, yaitu “sahabat” atau bahkan “saudara”.
Ijinkan saya bercerita tentang pengalaman pribadi.
Saya lahir dari keluarga yang sangat peduli dengan agama. Ibu saya pernah bercerita, saya belajar membaca Al-Qur'an -dulu saya mulai dari belajar Qiroati- sejak umur 2 tahun (lagi unyu-unyunya ^^) di sebuah TPQ yang merupakan bagian dari yayasan Al-Muttaqin. Yah namanya juga anak kecil, baca huruf "ro" jadinya "lo". Namun "perjalanan" di TPQ tersebut tidak hingga akhir. Waktu itu umur saya hampir 4 tahun dan ibu saya sedang hamil adik saya yang pertama, jadi tidak ada yang bisa nganter saya ngaji di TPQ yang jaraknya sekitar 800 m dari rumah, secara bapak saya juga saat itu masih kerja di luar. Akhirnya bapak ibu membuka ngaji di rumah agar saya bisa ngaji di rumah saja, yang ngajar bapak dan ibu saya, alhamdulillah inisiatif orang tua saya bisa membangkitkan anak-anak di sekitar rumah untuk belajar ngaji.
Di lain tempat saya dimasukkan ke TK persiapan MI yang tempatnya satu kompleks dengan tempat ngajar ibu. Alhamdulillah saya bisa mengikuti alur pembelajaran meskipun saat itu umur saya belum sampai 4 tahun. 1 tahun berlalu, sampailah pada acara perpisahan TK, ada hal yang saya lupa, ternyata saat perpisahan TK saya diminta untuk tampil membaca Al-Qur'an, waah luar biasa karena di antara anak-anak yang lain baru saya yang bisa membaca Al-Qur'an. Ibu saya kembali bercerita dengan semangatnya.
kagum. ya, saya begitu kagum dengan orang tua saya. Mereka begitu peduli dengan pendidikan agama untuk anak mereka. Terutama tentang bagaimana mengenal Al-Qur'an. Sejak masa kecil, mengenalkan Al-Qur'an memang paling baik adalah sejak anak masih dini, mengajarkan pula bagaimana membacanya dengan baik dan benar sesuai makhroj dan tajwidnya. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan emas yang tak ternilai harganya.
dan bapak saya pernah berkata (dengan sedikit ubahan ^^):
Banyak orang yang bisa membaca Al-Qur'an namun tidak banyak orang yang mampu menghayati dan mentadabburi makna dari tiap ayat yang dibacanya. Mulailah pada saat sholat. Saat membaca Al-Fatihah resapi artinya, maka akan terasa ketenangan, kekhusyu'an dalam sholat insyaAllah. Lalu pada saat baca Al-Qur'an, bacalah dengan pelan, jangan tergesa-gesa, baca dengan jelas sesuai makhrojnya, dan sempatkan baca terjemahan. makanya yuk perlu dibiasakan baca al-quran diiringi dg memahami maknanya hingga bener2 terasa di dlm hati.
yuk, sekarang kawan! hanya butuh sekarang! kembalilah pada Al-Qur'an. Jadikan ia teman bahkan saudara kita yang senantiasa menemani aktivitas kita.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidakkah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka; kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatnya.” (HR Muslim)
Betapa bahagianya jika ketenangan selalu meliputi hidup kita. Kemudian, memasuki negeri akhirat pun kita disambut oleh para malaikat yang ternyata mengenal kita karena sering disebut oleh Allah SWT. Subhanallah. Jadikan kami termasuk golongan itu, Ya Allah. Aamiin yaa Robbal 'Aalamiin.
@ Al-Kautsar
Jumat, 16 Maret 2012
Number One for Me (Mother) ~Maher Zain~
*ini lagu spesial buat wanita yang luar biasa di dunia..
untuk ibu, umi, mama, atau apapun sebutannya :)
========================
Number One for Me (Mother)
I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I'm here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it's time for you to rise
For all the things you sacrificed
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I'm all grown up now
I'ts a brand new day
I'd like to put a smile on your face everyday
Mom I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face everyday
Now I finally understand
That famous line
About the day I'd face in time
Coz now I have a child of mine
Even though I was so bad
I've learnt so much from you
Now I'm trying to do it too
Love my kids the way you do
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I'm all grown up now
I'ts a brand new day
I'd like to put a smile on your face everyday
Mom I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face everyday
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me
There is no one in this world
That can take your place
Oooh I'm sorry for ever taken you for granted
I will use every chance I get
To make you smile
Whenever I'm around you
Now I will to try to love you
Like you love me
Only God knows how much you mean to me
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Mom I'm all grown up now
I'ts a brand new day
I'd like to put a smile on your face everyday
Mom I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face everyday
The number one for me
The number one for me
The number one for me
Oh oh
number one for me
Kamis, 15 Maret 2012
untuknya, yang ku cintai karena Allah
ahh.. hati emang tidak bisa berbohong..
dan mata tak bisa pula berbohong meski bukan pemantul rasa..
dan senyum pun terasa lebih istimewa karenanya..
ya, aku sedang berbicara tentang cinta..
saat cinta menjadikan ada dari yang tidak ada,
saat cinta mengubah keacuhan menjadi kepedulian,
saat cinta mengubah tidak suka menjadi suka,
saat cinta mengubah tidak mengerti menjadi mengerti,
saat cinta menguatkan keyakinan bahwa inilah jalanku..
ya, aku mencintaimu karena Allah..
berawal dari sebuah perkenalan yang tidak kusuka, bukan, bukan maksud aku tidak suka, namun aku hanya tidak terlalu bersemangat untuk mengenalmu waktu itu. entah, aku hanya berpikir aku dan kamu tidaklah "sama".. berbeda.
dan waktu menunjukkan kekuatannya, bergerak dan kemudian sampailah pada masa yang tak terduga..
pada suatu pagi yang terasa begitu berbeda dalam balutan embun menyegarkan dan terpaan angin yang mengayun lembut, aku menatap penuh "curiga"..
mungkin inilah yang dsebut cinta dan kasih sayang Allah..
Allah menyatukan kita dalam sebuah ikatan. entah, sepertinya waktu itu aku belum terlalu mampu untuk mengerti, seperti biasa, semua sama apa adanya, tak ada yang istimewa..
ya, sepertinya inilah yang dirasakan orang-orang, bahwa cinta itu butuh waktu, proses, atau dalam ungkapan bahasa jawa tresno jalaran soko kulino, ya cinta karena terbiasa.. pertemuan yang sering membuat kita saling mengenal lebih dalam meski sampai waktu itu aku masih menganggap kita "berbeda"..
Allah maha lembut, dan dengan kemahalembutan Allah inilah kemudian Allah mengaruniakan kelembutan pada hamba-hamba yang Dia cintai. ya, padanya, ia begitu lembut dengan tutur katanya, ia begitu lembut dengan tingkah lakunya, dia begitu lembut dengan nasihatnya, ia begitu lembut dengan senyumannya. entah cahaya apa yang terpancar darinya, cahaya yang begitu lembut menyapaku penuh kelembutan.
kini, sosok itu begitu kukagumi,
sosok yang telah mengajariku banyak hal, sosok yang tanpa sadar telah meyakinkanku akan sebuah ketangguhan, sosok yang bagiku begitu luar biasa..
lalu saat ini, aku begitu merindukanmu, rindu saat bercerita berpenggal-penggal kisah, rindu mendengar untaian kata-kata penuh hikmah dan ceritanya yang penuh perjuangan di jalan Allah.. dan rindu saat kau menatapku penuh cinta..
ya Allah, aku benar-benar mencintainya karenaMu..
cinta yang kurasa kini semakin membuatku mencintaiMu Allah..
Allah, syukurku tak terhingga memberiku kesempatan mengenalnya, membantu mengokohkanku berdiri, memantapkanku melangkah..
Allah, berilah rahmat kepadanya, lindungi dia, mudahkan segala urusannya..
"Barangsiapa yang ingin meraih manisnya iman, hendaklah dia mencintai seseorang yang mana dia tidak mencintainya kecuali karena Allah." (HR. Ahmad)
*untuknya, yang begitu luar biasa..
saudariku yang kucintai karena Allah
dan mata tak bisa pula berbohong meski bukan pemantul rasa..
dan senyum pun terasa lebih istimewa karenanya..
ya, aku sedang berbicara tentang cinta..
saat cinta menjadikan ada dari yang tidak ada,
saat cinta mengubah keacuhan menjadi kepedulian,
saat cinta mengubah tidak suka menjadi suka,
saat cinta mengubah tidak mengerti menjadi mengerti,
saat cinta menguatkan keyakinan bahwa inilah jalanku..
ya, aku mencintaimu karena Allah..
berawal dari sebuah perkenalan yang tidak kusuka, bukan, bukan maksud aku tidak suka, namun aku hanya tidak terlalu bersemangat untuk mengenalmu waktu itu. entah, aku hanya berpikir aku dan kamu tidaklah "sama".. berbeda.
dan waktu menunjukkan kekuatannya, bergerak dan kemudian sampailah pada masa yang tak terduga..
pada suatu pagi yang terasa begitu berbeda dalam balutan embun menyegarkan dan terpaan angin yang mengayun lembut, aku menatap penuh "curiga"..
mungkin inilah yang dsebut cinta dan kasih sayang Allah..
Allah menyatukan kita dalam sebuah ikatan. entah, sepertinya waktu itu aku belum terlalu mampu untuk mengerti, seperti biasa, semua sama apa adanya, tak ada yang istimewa..
ya, sepertinya inilah yang dirasakan orang-orang, bahwa cinta itu butuh waktu, proses, atau dalam ungkapan bahasa jawa tresno jalaran soko kulino, ya cinta karena terbiasa.. pertemuan yang sering membuat kita saling mengenal lebih dalam meski sampai waktu itu aku masih menganggap kita "berbeda"..
Allah maha lembut, dan dengan kemahalembutan Allah inilah kemudian Allah mengaruniakan kelembutan pada hamba-hamba yang Dia cintai. ya, padanya, ia begitu lembut dengan tutur katanya, ia begitu lembut dengan tingkah lakunya, dia begitu lembut dengan nasihatnya, ia begitu lembut dengan senyumannya. entah cahaya apa yang terpancar darinya, cahaya yang begitu lembut menyapaku penuh kelembutan.
kini, sosok itu begitu kukagumi,
sosok yang telah mengajariku banyak hal, sosok yang tanpa sadar telah meyakinkanku akan sebuah ketangguhan, sosok yang bagiku begitu luar biasa..
lalu saat ini, aku begitu merindukanmu, rindu saat bercerita berpenggal-penggal kisah, rindu mendengar untaian kata-kata penuh hikmah dan ceritanya yang penuh perjuangan di jalan Allah.. dan rindu saat kau menatapku penuh cinta..
ya Allah, aku benar-benar mencintainya karenaMu..
cinta yang kurasa kini semakin membuatku mencintaiMu Allah..
Allah, syukurku tak terhingga memberiku kesempatan mengenalnya, membantu mengokohkanku berdiri, memantapkanku melangkah..
Allah, berilah rahmat kepadanya, lindungi dia, mudahkan segala urusannya..
"Barangsiapa yang ingin meraih manisnya iman, hendaklah dia mencintai seseorang yang mana dia tidak mencintainya kecuali karena Allah." (HR. Ahmad)
*untuknya, yang begitu luar biasa..
saudariku yang kucintai karena Allah
Rabu, 07 Maret 2012
no title.. (tik tik tik)
aku percaya..
rezekiku, jodohku, matiku.. semua sudah tercatat di Lauhul Mahfudz..
aku tak perlu khawatir, Allah pasti telah menyiapkan yang terbaik untuk hamba-Nya..
yang diperlukan bagiku adalah senantiasa berikhtiar menjadi lebih baik, senantiasa memperbaiki diri, menjaga kualitas iman dan beramal sebanyak-banyaknya..
ya Allah, tetapkanlah hati ini hanya berharap kepada-Mu, beramal hanya untuk-Mu, dan ikhlas atas segala ketetapan-Mu..
"hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka, bukan (jalan) orang-orang yang dibenci dan juga bukan orang-orang yang tersesat" (QS. Al-fatihah: 5-7)
@ rumaisha studio 6
renungan..
rezekiku, jodohku, matiku.. semua sudah tercatat di Lauhul Mahfudz..
aku tak perlu khawatir, Allah pasti telah menyiapkan yang terbaik untuk hamba-Nya..
yang diperlukan bagiku adalah senantiasa berikhtiar menjadi lebih baik, senantiasa memperbaiki diri, menjaga kualitas iman dan beramal sebanyak-banyaknya..
ya Allah, tetapkanlah hati ini hanya berharap kepada-Mu, beramal hanya untuk-Mu, dan ikhlas atas segala ketetapan-Mu..
"hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka, bukan (jalan) orang-orang yang dibenci dan juga bukan orang-orang yang tersesat" (QS. Al-fatihah: 5-7)
@ rumaisha studio 6
renungan..
Langganan:
Postingan (Atom)



