Rabu, 29 Februari 2012
wa kafaa billaahi syahiidaa
ini kalimat bener-bener favorit banget buat aku.. sampe jadi motto hidup sejak tiga tahun yang lalu..
dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.. that's the meaning..
yup..
cukuplah Allah yang menjadi saksi, atas apapun amal yang kita lakukan di dunia. cukup Allah, tidak ada yang lain.
cukuplah Allah yang mengetahui segala yang tersimpan di hati, segala yang terbesit dalam alam pikiran, dan segalanya yang cukup Allah saja yang menjadi Perasa atas segala rasa, Penilai atas segala karya.. cukup, tak perlu yang lain..
sehingga niat ini pun harus tetap terjaga, cukup hanya untuk Allah, tak ada siapapun terselip dalam bait-bait niat..
dan bagaimana dengan kata perjuangan?
ya biar.. perjuangan atau entah apakah itu namanya, entak layakkah ia disebut perjuangan karena kadang rasa percaya diri itu terlalu tinggi.. ya, biar 'perjuangan' itu tetap berjalan dalam garis yang benar, mengukir sebuah episode cantik dalam sepanjang perjalanan hidup, biar ia menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan dalam sejarah kehidupannya, dan biarlah 'perjuangan' itu bersandar kepada Sang Pencipta alam semesta ini, Dzat yang menjadi ujung segala perjuangan..
sebuah perjuaangan yang benar, diridhoi oleh Allah SWT.. aamiin.
wa kafaa billaahi syahiidaa.. sering disebut pada beberapa ayat di Al-Qur'an.. entah, bagi saya merinding ketika membaca ayat-ayat cinta Allah dan sampailah pada ayat tersebut..
wa kafaa billaahi syahiidaa.. dan cukuplah Allah yang menjadi saksi..
semoga Allah senantiasa kita sertakan dalam setiap gerak aktivitas kita, sertakan Allah sebagai saksi apapun segala aktivitas amal kita, dan sebagai penilai bagaimanakah akhirnya..
dan Dialah sebagai penstabil hati-hati kita yang kadang menuju pada banyak sudut, sudut-sudut yang seharusnya kita tidak menuju padanya.. melainkan menujulah pada sudut keridhoan Allah..
selamat berjuang para pejuang..
semoga hati masih penuh dengan keikhlasan karena Allah, sehingga selamat dari tujuan selain Allah..
beramal-lah dengan ukhrowi oriented.. just for Allah..
wa kafaa billaahi syahiidaa
dan cukuplah Allah yang menjadi saksi..
Senin, 27 Februari 2012
bukan gak sempet..
balik lagi ke rumah pelangi.. nyoret-nyoret lagi..
eh ternyata udah lama banget aku gak posting..
hampir 2 bulan menghilang dari hiruk pikuk dunia blog..
bukan gak sempet,
sempet-sempetin sebenernya bisa aja..
tapi entah
ada yang mengganggu di pikiran ini,
bukan!
bukan tak mampu tuk dikatakan,
bukan pula tak mampu tuk dituliskan..
tapi..
hahahaaa
lagi galau ya??
eh eh ampun mba.. hari gini galau? gak jaman kalee!
# apa deh aku ini..
maaf saudara-saudara.. lagi iseng..
gak ada maksud apa-apa,
saya juga gak doyan galau (emang makanan.. haha)
ngomong2, kangen juga dengan blog ini.. kangen baca postingan temen-temen, dan tentunya kangen merasakan jari-jari tangan menari-nari diatas keyboard laptop menumpahkan segala isi otak ini..
hayuk kembali menulis..
*keep writing ^^b
eh ternyata udah lama banget aku gak posting..
hampir 2 bulan menghilang dari hiruk pikuk dunia blog..
bukan gak sempet,
sempet-sempetin sebenernya bisa aja..
tapi entah
ada yang mengganggu di pikiran ini,
bukan!
bukan tak mampu tuk dikatakan,
bukan pula tak mampu tuk dituliskan..
tapi..
hahahaaa
lagi galau ya??
eh eh ampun mba.. hari gini galau? gak jaman kalee!
# apa deh aku ini..
maaf saudara-saudara.. lagi iseng..
gak ada maksud apa-apa,
saya juga gak doyan galau (emang makanan.. haha)
ngomong2, kangen juga dengan blog ini.. kangen baca postingan temen-temen, dan tentunya kangen merasakan jari-jari tangan menari-nari diatas keyboard laptop menumpahkan segala isi otak ini..
hayuk kembali menulis..
*keep writing ^^b
Jumat, 30 Desember 2011
Penting Nggak Penting
Penting??
Nggak..
Nggak Penting??
Penting..
Ahh penting nggak penting yang penting nulis ajaaa..
tau nggak sih kenapa pelangi yg tampak itu cuma sebagian?
karena sebagiannya lagi aku temukan di wajahmu..
#plaaaakk.. nggombal!
kata-kata ini aku copy-edit dari seorang kawan.. haha sedikit memecahkan kesunyian hati pada waktu itu, lumayan buat ketawa ketiwi..
memang ketawa itu perlu teman-teman, untuk sedikit melunakkan rasa, jangan tegang mulu, kalo tegang mulu nanti malah kesetrum. ketawa aja, ketawa nggak dilarang kok, asal mah gak ketawa ketiwi sendiri, ntar malah dikira gilaaaa!
seorang teman pernah nyeletuk, "ciyeee.. ceria banget sih bajunyaaa.. tapi kok halaman mukanya lecek gitu.. ganti halaman muka aja donk.." (wah ini mah nyindirrr!), dalem hati berkata "huh apaan sih, lagi bete gini, lagi pusing, kesel, bla bla bla..". haha yang dibilangin masih aja tuh manyun, diem tak mengeluarkan kata sedikitpun.. sang teman masih aja nggoda, "emmmm, senyum donk, kan manis kalo senyum. hayo hayo.." (apa lagi sih nih) sang teman tak berputus asa untuk menggoda, cari jurus lain!
ciiiiaaaaattt akhirnya bisa juga melunakkan hatinya, "jangan manyun donk, ayolah senyum, senyum itu bisa menenangkan hati.. apapun masalahnya jika kau bungkus dengan senyuman maka semuanya akan baik-baik saja, kau akan tenang dan damai"
CHEER UP!! ^^v
Nggak..
Nggak Penting??
Penting..
Ahh penting nggak penting yang penting nulis ajaaa..
tau nggak sih kenapa pelangi yg tampak itu cuma sebagian?
karena sebagiannya lagi aku temukan di wajahmu..
#plaaaakk.. nggombal!
kata-kata ini aku copy-edit dari seorang kawan.. haha sedikit memecahkan kesunyian hati pada waktu itu, lumayan buat ketawa ketiwi..
memang ketawa itu perlu teman-teman, untuk sedikit melunakkan rasa, jangan tegang mulu, kalo tegang mulu nanti malah kesetrum. ketawa aja, ketawa nggak dilarang kok, asal mah gak ketawa ketiwi sendiri, ntar malah dikira gilaaaa!
seorang teman pernah nyeletuk, "ciyeee.. ceria banget sih bajunyaaa.. tapi kok halaman mukanya lecek gitu.. ganti halaman muka aja donk.." (wah ini mah nyindirrr!), dalem hati berkata "huh apaan sih, lagi bete gini, lagi pusing, kesel, bla bla bla..". haha yang dibilangin masih aja tuh manyun, diem tak mengeluarkan kata sedikitpun.. sang teman masih aja nggoda, "emmmm, senyum donk, kan manis kalo senyum. hayo hayo.." (apa lagi sih nih) sang teman tak berputus asa untuk menggoda, cari jurus lain!
ciiiiaaaaattt akhirnya bisa juga melunakkan hatinya, "jangan manyun donk, ayolah senyum, senyum itu bisa menenangkan hati.. apapun masalahnya jika kau bungkus dengan senyuman maka semuanya akan baik-baik saja, kau akan tenang dan damai"
CHEER UP!! ^^v
Minggu, 11 Desember 2011
Lalu Siapa...???
Bismillah…
Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang bisa menjamin jiwa ini masih hidup senantiasa. Juga nyawa ini masih lapang dalam melangkah. Kalau bukan karena Allah, lalu siapa?
Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang bisa memberi nafas dalam kesegaran. Juga memberi nikmat yang tak berpenghabisan, hingga kita pun tenang, tanpa kurang satu apapun. Kalau bukan karena Allah, lalu siapa?
Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang akan menutup aib-aib kita. Siapa yang mampu menyimpan segala dosa-dosa yang menggunung di dalam diri. Siapa lagi yang mampu menjaganya selain Allah? Kalau saja DIA tak melakukannya, pantaskah kita menghadapkan muka kita di kerumunan orang? sedangkan kita pun malu akan banyaknya dosa, ribuan lalai, hingga kotornya diri dalam keterpurukan Iman. Kita pun tak punya alasan untuk menenangkan hati dan jiwa, karena memang ia telah hitam pekat tak terkira. Kalau bukan Allah yang menutupinya, lalu siapa?
Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang mampu menghentikan duka dalam hidup kita. Menghapuskan lara yang sering sekali kita keluhkan di hadapan-Nya. kalau bukan karena Allah lalu siapa? Siapa lagi yang memberi kita kesempatan untuk memperbaiki yang salah, siapa lagi yang mampu memberi kita ruang untuk berpikir dan merenung atas segala khilaf kita selain Allah. Siapa lagi saudaraku? Siapa lagi, selain Allah?
Lalu… Jika semua ini karena kasih dan sayangnya yang berlimpah. Pantaskah kita lalai dalam mengabdi? pantaskah kita merasa kurang dalam rezeki? atau pantaskah kita merasa sempit sedangkan Allah telah memberi segalanya?
Jika memang kita merasa pantas. karena telah mensyukuri-Nya. Mari kita hitung apa-apa yang ada dalam diri kita.
Pantaskah diri kita disebut takwa, sedangkan seharian waktu kita, hanya menghadirkan Allah dalam segelintiran waktu yang begitu cepat terasa?
Pastaskah diri kita disebut beriman, sedangkan kokohnya janji dalam syahadat kita tidak pernah terealisasi dalam langkah yang nyata lagi purna? Betapa masih banyak keluh juga rasa malas untuk tiap langkah ibadah dalam mengingat-Nya, betapa masih banyak sisa-sisa tenaga kita yang kita gunakan untuk meraih penggal takwa yang entah bisa dirasa di dalam diri atau tidak. Kita bukan hanya kurang, tapi belum berbuat apa-apa.
Lantas, dimana posisi kita? Dimana saudaraku… ?
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/16659/lalu-siapa/#ixzz1gDrBDoQF
Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang bisa menjamin jiwa ini masih hidup senantiasa. Juga nyawa ini masih lapang dalam melangkah. Kalau bukan karena Allah, lalu siapa?
Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang bisa memberi nafas dalam kesegaran. Juga memberi nikmat yang tak berpenghabisan, hingga kita pun tenang, tanpa kurang satu apapun. Kalau bukan karena Allah, lalu siapa?
Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang akan menutup aib-aib kita. Siapa yang mampu menyimpan segala dosa-dosa yang menggunung di dalam diri. Siapa lagi yang mampu menjaganya selain Allah? Kalau saja DIA tak melakukannya, pantaskah kita menghadapkan muka kita di kerumunan orang? sedangkan kita pun malu akan banyaknya dosa, ribuan lalai, hingga kotornya diri dalam keterpurukan Iman. Kita pun tak punya alasan untuk menenangkan hati dan jiwa, karena memang ia telah hitam pekat tak terkira. Kalau bukan Allah yang menutupinya, lalu siapa?
Kalau bukan karena Allah, lalu siapa yang mampu menghentikan duka dalam hidup kita. Menghapuskan lara yang sering sekali kita keluhkan di hadapan-Nya. kalau bukan karena Allah lalu siapa? Siapa lagi yang memberi kita kesempatan untuk memperbaiki yang salah, siapa lagi yang mampu memberi kita ruang untuk berpikir dan merenung atas segala khilaf kita selain Allah. Siapa lagi saudaraku? Siapa lagi, selain Allah?
Lalu… Jika semua ini karena kasih dan sayangnya yang berlimpah. Pantaskah kita lalai dalam mengabdi? pantaskah kita merasa kurang dalam rezeki? atau pantaskah kita merasa sempit sedangkan Allah telah memberi segalanya?
Jika memang kita merasa pantas. karena telah mensyukuri-Nya. Mari kita hitung apa-apa yang ada dalam diri kita.
Pantaskah diri kita disebut takwa, sedangkan seharian waktu kita, hanya menghadirkan Allah dalam segelintiran waktu yang begitu cepat terasa?
Pastaskah diri kita disebut beriman, sedangkan kokohnya janji dalam syahadat kita tidak pernah terealisasi dalam langkah yang nyata lagi purna? Betapa masih banyak keluh juga rasa malas untuk tiap langkah ibadah dalam mengingat-Nya, betapa masih banyak sisa-sisa tenaga kita yang kita gunakan untuk meraih penggal takwa yang entah bisa dirasa di dalam diri atau tidak. Kita bukan hanya kurang, tapi belum berbuat apa-apa.
Lantas, dimana posisi kita? Dimana saudaraku… ?
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/16659/lalu-siapa/#ixzz1gDrBDoQF
Kamis, 10 November 2011
bangunlah cinta!
haaahh,, lagi-lagi tentang cinta.. ehmm, tapi tak apa lah, lingkungan "sedikit memaksa" saya untuk berbicara soal cinta dan membumikan cinta yang hakiki..
Cinta bukanlah tujuan
Cinta adalah sarana untuk menggapai tujuan
Jangan kau sibuk mencari definisi dan makna cinta
Namun kau lalai terhadap Dzat yang menganugerahkan cinta
Dzat yang menumbuhsuburkan rasa cinta
Dzat yang memberikan kekuatan cinta
Dzat yang paling layak dicintai Allah, Sang Pemilik Cinta
Cinta memang tak kenal warna
Cinta tak kenal baik buruk
Cinta tak kenal rupa dan pertalian darah
Memang begitulah adanya
Karena yang mengenal baik buruk, warna dan rupa
Adalah sang pelaku cinta yang menggunakan akal pikirannya
Cinta bukanlah kata benda
Cinta adalah kata kerja
Cinta bukan sesuatu tanpa proses
Cinta itu butuh proses
Jangan mau kau terjatuh dalam cinta
Namun, bangunlah cinta itu
Bangunlah cinta dengan keimanan
Maka kau akan mengorbankan apa saja
Demi meraih keridhaan Sang Pemilik Cinta
Bangunlah cinta dengan ketakwaan
Maka kau tak kan gundah gulana
Ketika kehilangan cinta duniawi
Karna kau yakin Yang kau cari adalah cinta dan ridha Allah
Bukan cinta yang sementara
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/11/16291/emang-akhwat-bisa-jatuh-cinta/#ixzz1dGZI5KGo
lalu pertanyaannya, bagaimana kau memahami tentang arti cinta? semoga bukan dalam arti yang sempit.
cinta yang sesungguhnya, cinta yang hakiki, adalah cinta yang setiap puncaknya adalah meraih kerdhaan Allah Ta'ala, Sang Pemilik Cinta, karenanya cinta bukanlah tujuan, cinta adalah kata kerja, dimana ia membutuhkan proses untuk mencapai cinta yang hakiki..
bangunlah cinta! jangan biarkan ia tertidur, bahkan terlarut dalam angan-angan duniawi.. bangunlah cinta sebagai suatu bukti keimanan kepada Sang Ilahi Robbi..
--yang sedang mengungkapkan cinta--
Langganan:
Postingan (Atom)



